Kabar Jogja

NYANGKEM : UPAYA SENIMAN TOLAK RUU BERMASALAH

NYANGKEM : UPAYA SENIMAN TOLAK RUU BERMASALAH

Gejolak tolak RUU bermasalah masih terasa hingga detik ini. Ribuan mahasiswa dan pelajar di pelbagai tempat melakukan aksi penolakan RUU. Upaya penolakan dilakukan dengan pelbagai cara. Salah satu caranya, dengan mengunakan unjuk rasa atau demontrasi. Upaya demontrasi hingga saat ini sudah memakan banyak sekali korban. Ada korban yang terbunuh akibat tembakan peluru polisi, ada korban luka-luka, dan ada beberapa masa aksi yang ditangkap dengan dalih kerusuhan.

RUU tersebut sudah menimbulkan masalah baru. Dari yang awalnya hanya RUU-nya yang bermasalah, sekarang akibat dari penolakan RUU juga melahirkan masalah baru. Artinya, persoalan ini bukanlah sesuatu yang sederhana dan dapat disepelekan. Butuh banyak elemen untuk bersatu dalam melakukan penolakan ini. Tidak cukup hanya dilakukan oleh mahasiswa ataupun pelajar yang melakukan aksi atau demonstrasi saja.

Di Jogja sekelompok penggiat kesenian turut meramaikan penolakan RUU bermasalah tersebut. Tentunya, upaya penolakan tersebut dilakukan dengan cara berbeda. Mereka membuat panggung ekspresi untuk menyuarakan kegelisahannya yang diberi nama ‘Nyangkem”.

Nyangkem merupakan panggung ekspresi yang berfungsi membantu para penggiat kesenian untuk ikut berkontribusi dalam perjuangan menolak RUU bermasalah. Acara ini diselenggarakan atas kegelisahan-kegelisahan penggiat kesenian mengenai sikap pemerintah dalam membuat kebijakan yang tidak memihak kepada kepentingan rakyat. Seperti, RKHUP yang memiliki beberapa pasal bermasalah, apabila pasal-pasal tersebut diresmikan nantinya akan menindas rakyat. Di sahkannya UU KPK yang justru melemahkan KPK. Tidak hanya mengenai RUU, penggiat kesenian juga mengkritik pelbagai tindakan pemerintah yang belum dilakukan kajian secara matang, kebijakan yang hanya memprioritaskan kepentingan elit politik, dan perwakilan (DPR) yang lupa diri.

Maka dari itu, ‘Nyangkem’ mengundang penggiat kesenian secara sadar melakukan kerja-kerja advokasi terhadap kebijakan pemerintah. Bentuknya boleh bermacam-macam mulai mulai dari teater, monolog, tari, puisi, musik, ataupun lukis. Tentunya bentuk ekspresi tersebut dilakukan atas dasar cinta dan kasih sayang terhadap negara.

Acara ini akan dilaksanakan pada  Ahad, 29 September 2019 di Abah Kopi. Acara dimulai setelah adzan isya’ berkumandang.

4 thoughts on “NYANGKEM : UPAYA SENIMAN TOLAK RUU BERMASALAH

Post Comment