Kabar Jogja

PERUMAHAN LEDOK PERMAI, HUNIAN SENIMAN RAKYAT JOGJA

PERUMAHAN LEDOK PERMAI, HUNIAN SENIMAN RAKYAT JOGJA

Perumahan Ledok Permai merupakan hunian yang mempunyai nilai perjuangan yang pantas untuk dikisahkan. Pasalnya, hal tersebut dapat menjadi cerminan masyarakat luas atas bagaimana rakyat menengah ke bawah berjuang untuk mendapatkan kesejahteraan yang diamanatkan undang-undang. Dalam hal ini persoalan mengenai tempat tinggal.

Ketidakmerataan pembangunan seringkali harus menyisakan korban. Belum lagi sistem politik dan ekonomi oligarkis yang seringkali memaksa masyarakat sipil harus terpinggirakan. Mereka harus berjuang sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidupnya agar mendapatkan tempat yang layak.

Tuntutan kebutuhan ekonomi yang semakin lama, semakin tinggi pun turut mewarnai kehidupan mereka. Hingga bayangan untuk memiliki hunian diperumahan elit jauh dari imajinasi mereka. Akhirnya, mereka memilih untuk mengahabiskan waktu istirahatnya di bantaran kali.

Meskipun hanya bantaran kali, untuk mendapatkan ijinnya pun tidak gampang. Beberapa kali mereka harus dipanggil ke kantor pemerintahan desa mengenai status kependudukannya. Hingga pada tahun 1982, melalui kegiatan Perayaan Kemerdekaan RI tempat tersebut resmi diperijinkan tinggal oleh Pemerintahan Kotabaru.

Semangat gotong royong yang dimiliki masyarakat, yang akhirnya membuat perubahan di Ledok Code pada setiap tahunnya. Kampung yang awalnya hanya semak-semak berubah menjadi kampung yang indah dan nyaman untuk di huni.

Hampir semua pembangunan yang ada di kampung merupakan swasembada masyarakat, salah satunya ketika ada salah seorang warga ingin membangun rumah. Semua warga bahu-membahu untuk menolongya. Baik berupa tenaga maupun barang.

Belum lagi potensi kesenian yang dimiliki warga menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan. Terutama dalam hal kesenian rakyat. Hampir semua masyarakat Ledok Code ditumbuhi jiwa kesenian. Mulai seni peran seperti musik dan teater rakyat, seni vocal, hingga seni gambar dan lukis.

Pagelaran seni tersebut pada setiap tahunnya dipamerkan. Sekedar untuk menghibur diri atau memanjakan penonton yang hadir dalam pagelaran tersebut. Keceriaan warga tampak jelas di sana, seolah-olah beban yang dipikul selama ini hilang dengan adanya pagelaran tersebut.

Belum, lagi keinginan besar masyarakat adalah menjadi kampung mandiri. Kampung yang tidak tergantung oleh pemerintah. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap pemerintah sejak adanya perwali tahun 2012 terkait kepemilikan status tanah, warga belum pernah mendapatkan bantuan pembangunan fisik seperti jalan atau gapura.

Kemandirian tersebut dibuktikan dengan rencana pembangunan RT terkait dengan Pembuatan Kampung Wisata Lampion. Yang harapannya adanya kampung wisata dapat menambah kesejahteraan masyarakat.

Semangat itu juga yang membuat sebagian orang menjuluki perkampungan tersebut dengan Perumahan Ledok Permai.

Post Comment