Wawasan

‘SINTING’ ALAT ALTERNATIF UNTUK MENGUBAH KEBISINGAN MENJADI ENERGI LISTRIK

‘SINTING’ ALAT ALTERNATIF UNTUK MENGUBAH KEBISINGAN MENJADI ENERGI LISTRIK

Alat alternatif untuk mengkonversi kebisingan di Bandara menjadi energi listrik yang diberi nama Sinting (Sound Energy Harvesting). Ditemukan oleh Tim Mahasiswa Universitas Diponegoro yang terdiri dari Rifki Rokhanudin sebagai ketua, Ragil Adi Nugroho dan Yudha Cindy Pratama sebagai anggota membuat terobosan

Bandara merupakan salah satu tempat yang memiliki peranan penting dalam mobilitas masyarakat, baik antar kota, antar wilayah, antar pulau, hingga antar negara. Berdasarkan data dari International Civil Aviation (2018), Jumlah Bandara di Indonesia sendiri mencapai lebih dari 280 unit lebih, dan direncanakan akan mengalami peningkatan hingga 5 unit pada tahun 2019 (CNBC, 2019). Disatu sisi hal ini tentunya akan membawa dampak positif kepada pengguna karena dapat meningkatkan mobilitas masyarakat. Namun di sisi lain, dengan hal ini cenderung memberikan dampak negatif kepada masyarakat dengan kebisingan yang dihasilkan dari suara mesin pesawat yang berlalu lintas di bandara.

Selama ini kebisingan di bandara dianggap sebagai hal yang merugikan dan belum dimanfaatkan atau dibiarkan terbuang percuma. Berlatar belakang dari kondisi tersebut, ketiga mahasiswa Universitas Diponegoro hasil kolaborasi jurusan fisika dan teknik elektro ini merancang sebuah prototype untuk mengubah kebisingan menjadi energi listrik. Perancangan alat ini dilakukan melalui hibah penelitian Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta.

Alat yang dirancang ini bekerja menggunakan prinsip induksi elektromagnetik seperti halnya microphone. Namun kelemahan dari microphone adalah arus yang dihasilkan sangat kecil. Oleh karenanya dalam perancangan Sinting disematkan beberapa teknologi tambahan untuk memperkuat arus listrik yang dihasilkan.

Perancangan alat tersebut membutuhkan waktu selama kurang lebih tiga bulan yang dilakukan di Laboratorium Fisika Elektronika dan instrumentasi, Undip dengan bantuan dosen pembimbing Dr. Catur Edi Widodo, M.

Ragil Adi Nugroho salah satu pembuat alat SINTING

Post Comment